Beranda DAERAH KIS PBI dinonaktifkan, Pasien di Bengkulu Utara Menjerit

KIS PBI dinonaktifkan, Pasien di Bengkulu Utara Menjerit

212
BERBAGI

UTARA, kabardaerah.com – Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran  Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sedang menjerit. Pada hal sesuai dengan anmanah Undang-undang SJSN jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu iurannya dibayari oleh Pemerintah sebagai program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.

Yang menjadi pertanyaan dan kebingungan dari masyarakat yang memegang KIS PBI saat dipergunakan untuk berobat ke rumah sakit ternyata kartu KIS sudah dinonaktifkan. Sementara prosedur dalam pemindahan dan penonaktifan  kartu itu berdasarkan atas permohonan masyarakat yang memegang kartu KIS PBI ingin beralih dari kepesertaan PBI karena merasa sudah mampu harus melaporkan ke Dinas Sosial setempat. Tahapan  untuk dikeluarkan dari kepesertaan, baik BPJS PBI, PBI APBN, PBI Provinsi, maupun APBD  berdasarkan dari permintaan  peserta. Permohonan atau permintaan untuk keluar dari kepesertaan harus  dilakukan rekonsiliasi setiap 1 x 6 bulan oleh Kementerian Sosial. Setelah rekonsiliasi dan data peserta   dikeluarkan dari kepesertaan BPJS PBI, maka peserta dapat melaporkan ke kantor cabang BPJS Kesehatan untuk melakukan pendaftaran peserta PBPU (mandiri).

Dari pantauan di lapangan pasien yang sedang dirawat di RSUD Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara statusnya menjadi pasien umum lantaran KIS PBI dinonaktifkan. Dengan adanya perubahan dan surat edaran tersebut, otomatis keluarga pasien harus menyediakan uang jaminan ke pihak rumah sakit.

Seperti yang dirasakan oleh M. Mustain, (35), Warga Desa Arga Mulya, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara kecewa dengan pihak pemerintah lantaran KIS PBI tidak dapat dipergunakan sesuai dengan ketentuan berlaku. Dan menurut pihak RSUD, KIS yang dimiliki tidak berlaku (nonaktif) dan harus menjadi pasien umum.

“Istri saya melahirkan pada haari Sabtu (18/11/2017). Surat  rujukan dari Puskesmas dan KIS PBI tidak berlaku lagi. Terpaksa saya mencari uang pinjaman untuk mengeluarkan istri dan anak dari RSUD Arga Makmur,” ungkap Mustain, Minggu (19/11/2017).

Menanggapi hal itu, Humas BPJS Arga Makmur Hervianto menjelaskan pengurangan peserta KIS PBI itu kewenangan Kemensos.

“Pihak kita  hanya melaksanakanapa yang sudah diperintahkan oleh Kemensos. Mengenai pendataan konfirmasi saja ke Dinas Sosial,” kata Hervianto.

Lain lagi yang disampaikan oleh plt Kadis Sosial Bengkulu Utara, Suharto Handayani berdasarkan dari Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan nomor 76/HUK/2017 bahwa peserta KIS BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI)di Kabupaten Bengkulu Utara telah mengalami penguruangan.

Dijelaskanya, adanya pengurangan jumlah peserta KIS PBI di Kabupaten Bengkulu Utara dan kartunya dinonaktfkan atas hasil pendataan yang bersangkutan sudah tidak miskin lagi. Kemudian, peserta sudah meninggal dunia.

“Saya menghimbu kepada masyarakat yang saat ini memegang kartu KIS PBI dan tidak diaktfkan jangan kaget,” demikian singkat Suharto. (redksi/KD)

loading...