Beranda HEADLINE “Sang Istri Hiperseks” Penyebab HS Warga Enggano Membunuh Anak Kandung?

“Sang Istri Hiperseks” Penyebab HS Warga Enggano Membunuh Anak Kandung?

833
BERBAGI

BENGKULU UTARA.KABARDAERAH.COM – HS, warga Desa Meok, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu yang sudah ditetapkan oleh pihak penegak hukum sebagai pelaku utama dalam kasus dugaan telah melakukan penganiayaan terhadap balita AH (3 bulan) jenis kelamin perempuan hingga  meninggal dunia.

Perbuatan HS, terhadap AH (3 bulan) yang merupakan anak kandungnya sendiri dilatar belakangi ke-kesalan terhadap ulah, Sri Maria yang merupakan istrinya.

Riwayat pernikahan HS dan Sri Maria (tuna rungu), “karena ditangkap warga” sedang melakukan hal yang diduga melanggar asusila, adat dan agama. Atas peristiwa tersebut, berdasarkan keputusan adat setempat, mereka dinikahkan.

HS, merupakan warga pendatang dari luar Desa Kecamatan Enggano dan bekerja serabutan. Pekerjaan yang dia lakukan itupun tetap dijalani seperti biasa setelah menikah dengan Sri Maria. Dalam usia perkawinan, mereka dikaruniai anak yang diberi nama AH. Kesibukan HS, selaku kepala rumah tangga  mencari nafka  memenuhi kebutuhan keluarga tetap ia lakukan. Sebelum anaknya lahir, keributan menjadi santapan HS. Dimana, Sri Maria dalam ilmu kedokteran diduga mengalami penyakit” Hipersek”. Kuwalahan HS,  menghadapi keinginan sang istri berhubungan badan.  Jika itu tidak dilakukan, maka HS akan mendapatkan perlakuan kasar dari sang istri. Baik itu ditampar, bahkan hingga pemukulan fisik. Untuk menghindari tidak mendapatkan tamparan dan pemaksaan istri untuk berhubungan badan, upaya  HS terpaksa bangun pagi-pagi sebelum istrinya bangun dan bergegas pergi dari rumah menuju tempat bekerja.

Perlakuan sang istri terhadap HS saat mengandung hingga  lahirnya ankanya AH, kian betumpuk. Saat pulang kerja, HS menemukan anaknya dalam keadaan menangis dan dibiarkan oleh sang istri. HS, selaku suami mengatakan pada istrinya untuk membujuk anaknya agar tidak menangis. Ucapan yang disampaikan HS terhadap istrinya malah membuat kesal  HS. Biarlah anak menangis,”Kita berhubngan badan” ucap HS dalam BAP penyidik.

Kapolres Bengkulu Utara, AKBP. Areifaldi Warganegara, S.Ik melalui Kapolsek Enggano, Iptu Andi Sulaiman, kepada media ini Selasa (28/8/2018) membenarkan kronologis perbuatan yang dilakukan HS, terhadap AH (3 bulan) anaknya kandungnya tersebut dilatar belakangi  kesal terhadap ulah sang istrinya. Dan perbuatan penganiayaan terhadap korban anak kandung nya,  lanjut Andi sebagai luapan emosi  HS sesaat ketika sedang berhadapan dalam kondisi anak  menangis dan sang istri memaksa mengajak berhubungan badan.

“Dalam pemeriksaan, HS sudah mengakui semua perbuatannya. Baik itu terhadap korban (anaknya) maupun pengakuan ulah sang istri sehingga menyebabkan anak kandungnya meninggal dunia,” jelas Andi.

Sekedar mengingatkan, kasus meningggalnya AH, balita (3 bulan) berjenis kelamin perempuan, buah perkawinan HS dengan Sri Maria warga Desa Meok, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara terkuak pada tanggal (24/8) yang lalu. Diketahui ada dugaan unsur kriminallitas, setelah korban di bawa ke Rumah sakit di kecamatan setempat. Pihak medis menemukan luka lebam dibeberapa tubuh korban. HS, ayah kandung korban saat ini sudah mendekam dibalik jeruji Besi di Mapolres Bengkulu Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Untuk rekontruksi melengkapi berkas perkara, Reka ulang akan dilaksanakan  di Kecamatan Arga Makmur. (Red)

loading...