Beranda HEADLINE Tangan Kiri Tak Kunjung Sembuh, Pasutri Ngamuk di Depan Bank BNI

Tangan Kiri Tak Kunjung Sembuh, Pasutri Ngamuk di Depan Bank BNI

1281
BERBAGI
Sutarno Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya di Halam Bank BNI Arga Makmur

BENGKULU UTARA.KABARDAERAH.COM – Warga Kelurahan Pasar Purwodadi, Kecamatan Arga Makmur, Selasa (25/9/2019) pukul 09.25 WIB heboh. Pasalnya Sutarno. Warga Karang Anyar I, bersama dengan istrinya ngamuk di depan BANK BNI Arga Makmur dengan menjerit meminta Dea salah seorang  karyawati keluar  dari dalam ruangan untuk dimintai tanggungjawab atas derita yang dialaminya.

Jeritan Sutarno dan isak tangis sang istrinya tidak membuat Dea luluh keluar dari dalam ruangan. Upaya Sutarno bersama sang istri dengan menjerit menjadi tontonan warga sekitar. Bahkan para pengguna jalan menghentikan kendaraannya karena rasa ingin tau apa sesungguhnya yang terjadi.  Untuk menghindari terjadi hal yang tidak diinginkan oleh Sutarno bersama dengan istrinya untuk meminta pertanggungjawaban Dea yang suaminya PO dari Bus Sriwijaya mendapatkan pengamanan dari pihak aparat Polres Bengkulu Utara.

Penuturan Sutarno kepada media ini, luka yang dia derita pada tangan sebelah kiri akibat Bus Sriwijaya yang ditumpangi  mengalami kecelakaan di Lahat tujuan Palembang beberapa bulan yang lalu. Sejak kejadian tersebut tidak ada bantuan apapun dari pihak PO. Daging pada lengan Sutarno saat ini kian membusuk. Bahkan tulang lengan sudah mulai nampak. Tidak menutup kemungkinan tangannya akan di ampusi bila tidak ada penanganan serius.

Isak tangis sang istri seiring teriakan Sutarno meneriakkan “mana tanggungjawab. Kalian tidak punya hati. Saya datang kesini meminta istri anggota dewan yang bekerja di Bank BNI ini ada rasa prikemanusiaan atas penderitaan orang kecil”.

“Saat kecelakaan Bus, saya melihat tangan kiri dagingnya hancur. Korban sempat mendapatkan perawatan medis. Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan saya pulang ke- Arga Makmur. Sejak itu belum ada lagi berobat. Hingga bentuk tangan saya seperti ini,” ungkap Sutarno yang tidak dapat membendungkan air mata atas penderitaanya itu.

Selain itu Sutarno mengatakan akibat tangan sakit, ia tidak dapat mencari nafkah untuk keluarga. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari dibantu oleh tetangga.  Untuk itu saya meminta bantuan kepada pihak yang paham dengan hukum, kiranya dapat mencari solusinya. Intinya, kehadiranya bersama istri tujuan hanya memnita tanggungjawab. (Red)

loading...